Cari Blog Ini

Kamis, 05 Mei 2011

Darimana Jagad Raya Berasal?


Bagian 4: Pesan yang terkirim ini bisa membuktikan keberadaan Tuhan.

Pesan bisa disampaikan melaui media apapun, bisa lewat media apa saja, SMS, Email, Surat, lisan, HTML, TV, Radio, Telepon dan banyak lagi, dengan bebagai sandi & bahasa, Indonesia, Perancis, China, Arab, Program, bahkan dengan morse, atau gelombang radio. 
Sandi dan Bahasa merupakan kode yang disepakati, dan selalu mengandung makna dan disampaikan dengan tujuan tertentu.

Pertanyaannya dari mana pesan-pesan ini muncul?

Pesan muncul tidak dari manapun juga kecuali sebuah pemikiran (mind) mahluk hidup yang memiliki kecerdasan, benda mati di alam semesta ini tidak bisa membuat pesan, benda mati juga tidak bisa berbicara dan menggunakan bahasa atau sandi-sandi. Kristal, bebatuan, gunung, udara, air, mereka eksis tetapi tidak membuat pesan karena tidak memiliki intelegensia.

Mahluk hidup yang ada di planet bumi berawal dari sup purba yang menghasilkan protein/ enzim yang secara tidak sengaja membentuk RNA dan DNA, hingga membentuk Sel Primitif, dengan evolusi yang berlangsung juataan tahun, memunculkan mahluk lain dan manusia seperti sekarang ini.

DNA bukan hanya molekul dan bukan hanya sebuah pola, tetapi DNA mengadung bahan kimia dan protein yang strukturnya tersusun dengan rumit dan mebentuk bahasa/ pesan yang sama dengan bahasa Inggris, China, Arab, HTML, dan DNA adalah sebuah bahasa. 

DNA memiliki empat huruf alfabet, dan struktur sangat mirip kata-kata, kalimat dan paragraf. Dengan sangat tepat memberikan petunjuk dan sistem yang dapat memeriksa kesalahan serta memperbaikinya.

Untuk orang yang mengatakan bahwa kehidupan muncul secara alami, Anda hanya perlu bertanya: "Dari mana informasi itu berasal? Tunjukkan pada saya hanya SATU contoh bahasa yang tidak datang dari pikiran.

Materi dan energi harus datang dari suatu tempat. Setiap orang bisa setuju akan hal itu. Tapi informasi harus datang dari suatu tempat juga!

Informasi adalah entitas yang terpisah, sepenuhnya setara dengan materi dan energi. Dan informasi hanya dapat datang dari pikiran. Jika buku, puisi dan acara TV berasal dari kecerdasan manusia, maka semua makhluk hidup pasti berasal dari sebuah Super Super Superintelligence.

Setiap kata yang Anda dengar, setiap kalimat Anda katakan, setiap anjing yang menyalak, setiap lagu yang didendangkan, setiap email yang Anda baca, setiap paket informasi yang melintas di Internet, merupakan bukti keberadaan Tuhan. Karena informasi dan bahasa selalu berasal dari pikiran.

Semua berasal dari Firman Allah, Firman berarti awal dari pesan kehidupan itu sendiri.

Ketika kita merenungkan misteri kehidupan dan bagaimana ini bisa terjadi, seperti diskusi kita ini, sudahkan kita bertanya kemana akhir kehidupan dan apa tujuannya?

disesuaikan & diceritakan kembali
dari email Perry Marshal






Darimana Jagad Raya Berasal?


Bagian 3: Mengapa Big Bang merupakan peristiwa paling terencana?

Setelah Big Bang yang mengawali alam semesta ini, sejak itu pula lam semesta mengembang terus semakin menajuh satu sama lain, sampai sekarang juga masih dalam proses mengembang.
Bagaimana jika dorongan dari dentuman tersebut meleset lebih kuat ataupun lebih lemah, maka yang akan terjadi adalah kecepatan mengembang yang berbeda.
 
Mari kita bayang kan semprotan pembersih atau seprotan cairan setrika yang bisa diatur keluarannya jika diputar ke kiri maka cairan yang keluar adalah titik air lembut seperti kabut, dan jika diputar ke kanan, akan keluar seperti garis lurus.
Jika kekuatan big bang lebih besar sedikit saja maka alam semesta ini tidak terbentuk dan semuanya akan berbentuk kabut, dan partikel gazilions tidak memiliki kesempatan untuk membentuk bintang seperti sekarang, volumenya akan sangat besar dibandingkan massanya, tidak ada gravitasi. 
Tetapi jika kekuatan yang mendorong big bang lebih kecil maka jagad aka mengembang sebentar saja lalu akan runtuh pada keadaan semula, kembali menjadi super black hole, tidak ada alam semesta, tidak ada tata surya, tidak ada bumi dan manusia.

Tenatang akurasi atau ketepatan anatara kekuatan yang seimbang dengan yang terlalu kuat dan terlalu lemah, para pakar fisika menyebut bahwa "Terminologi Energy Gelap" yang memberikan kekuatan ini harus memiliki keakuratan hingga satu per satu triliun triliun triliun triliun ... (sampai sepuluh kali), atau biasa ditulis 10 X 10 pangkat -120, atau 
0.0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 00000000000 0000000000 0000000000 1
Menulisnya saja harus menghitung apalagi membayangkan seberapa kecilnya bilangan ini, dengan ketepatan yang tidak lebih besar dari bilangan itulah jagad raya alam semsta ini harus dibentuk. Untuk perbandingan alat yang dibuat manusia yang paling akurat saat ini adalah Gravity Wave Telescope yang dibangun dengan akurasi 23 angka nol (0.0000000000 0000000000 0001)

Dalam sebuah paper yang ditulis oleh dua orang ilmuwan atheis dari Stanford University, yang berjudul “Disturbing Implications of a Cosmological Constant", mereka mengatakan bahwa terminologi energi gelap merupakan mukjizat dari "Agen yang Tak Dikenal" ikut campur tangan dalam sejarah cosmic untuk alasan (Nya) sendiri.
 
Disainer, Agen Ekstenal, yang menyebabkan jagad raya ini haruslah memiliki kecerdasan, pengetahuan, kreatifitas dan kekuatan yang triliun triliun triliun triliunan kali dari yang dimiliki manusia.

Teori Alam semesta dengan Jumlah tak terbatas, adalah teori yang luar biasa. Bayangkan saja jika di luar sana ada jagad lain dengan jumlah tak terhingga, maka semua kemungkinan tidak hanya sebuah kemungkinan tetapi semua kemungkinan benar-benar terjadi.
Franky Sahilatua dan Gombloh ternyata menjadi pasangan yang pas sebagai Presiden dan Wakil presiden RI, PSSI menjadi juara dunia sepak bola tiga kali beturut-turut, dan Suharto hanyalah seorang waria yang ganti nama menjadi Suharti, saya bahkan sudah mati ketika baru dilahirkan, dan jika anda mempercayai Teori ini, berarti anda percaya pada apa yang saya tulis di paragraf terakhir ini.

Jangan Khawatir masih akan ada BAGIAN 4

ditulis ulang dengan penyesuaian gaya bahasa dari
Perry Marshall

Darimana Jagad Raya Berasal?


Bagian 2: Kotoran Burung di Antena saya

The Big Bang teori benar-benar ditolak pada awalnya. Tetapi para pendukungnya telah meramalkan bahwa pengapian dari Big Bang akan meninggalkan jejak semacam 'kilatan panas' radiasi.

Jika tungku kayu bakar menghasilkan panas yang dapat Anda rasakan, maka dengan cara yang sama, Big Bang seharusnya menghasilkan jejak panas yang akan bergema di seluruh alam semesta.

Pada tahun 1965, tanpa sengaja, dua fisikawan di Bell Labs di New Jersey menemukannya. Pada awalnya, Arno Penzias dan Robert Wilson, ketika mencoba untuk memperbaiki antena radio yang paling sensitif di dunia, mereka tidak bisa menghilangkan sumber kebisingan mengganggu mereka. Mereka mengarahkan antenanya kemana saja dan dimana saja selalu memperoleh gangguan kebisingan ini.

Pada awalnya mereka pikir itu kotoran burung. Karena antenanya begitu sensitif sehungga bisa mengambil panas dari kotoran burung (apalagi kotoran yang masih baru biasanya masih hangat), tetapi bahkan setelah dibersihkan, mereka masih menerima kebisingan ini.

Bunyi ini sebenarnya telah diprediksi secara detail oleh astronom lain, dan setelah pemeriksaan dan pengecekan ulang data, mereka sampai pada kesimpulan: Teori Big Bang yang gila ini ternyata memang benar.

Dalam sebuah wawancara, Penzias ditanya mengapa ada begitu banyak perlawanan terhadap teori Big Bang. Dia berkata, "Kebanyakan fisikawan lebih suka menjelaskan jagat raya pada bagian yang tidak perlu penjelasan. Dan jika ilmu pengetahuan tidak mampu 'menjelaskan', maka ilmu pengetahuan hanya akan 'menggambarkan' saja, memang sudah seharusnya, karena jika anda hidup dalam alam semesta, maka anda tidak menjelaskannya bukan? 
Jika seseorang bertanya, "Kenapa sekretaris di kantor anda selalu perempuan?" Anda hanya bisa mengatakan, "Dari dulu memang sudah begitu", itu jawaban yang tidak menjelaskan. 

Jadi dengan cara yang sama, teori-teori yang tidak memerlukan penjelasan cenderung diterima oleh ilmu pengetahuan, diterima secara mutlak dan cara yang terbaik menyelesaikan tugas-tugas sains.

Tetapi pada teori lama bahwa alam semesta adalah abadi, ia menjelaskan: "Dianggap begitu jelek sehingga orang mengabaikannya, sebuah teori yang sederhana yang menyatakan bahwa alam semesta diciptakan, kemunculan jagat raya dari ketiadaan."

Penzias dan rekannya, Robert Wilson, memenangkan Hadiah Nobel untuk penemuan mereka tentang radiasi ini. Teori Big Bang sekarang menjadi salah satu teori yang paling valid dari semua ilmu pengetahuan.

Robert Wilson ditanya oleh wartawan, Fred Heeren apakah Big Bang ini mengindikasikan Sang Pencipta, Wilson mengatakan, "Tentu ada sesuatu yang mengatur semua ini. Tentu saja, jika Anda religius, aku tidak bisa memikirkan teori yang lebih baik tentang asal-usul alam semesta yang cocok dengan Genesis (Kitab Kejadian)."

Bersambung Bagian 3

Diambil dari:
Perry Marshall


Darimana Jagad Raya Berasal?


Bagian 1: Blunder Besar Einstein

100 tahun yang lalu, Albert Einstein mempublikasikan tiga makalah yang mengguncang dunia. Makalah ini membuktikan keberadaan atom, memperkenalkan teori relativitas, dan menjelaskan mekanika kuantum. 
Cukup bagus debut bagi seorang ilmuwan berusia 26 tahun, ya? 

Persamaan relativitasnya menunjukkan bahwa alam semesta mengembang. Hal ini mengganggunya, karena jika itu berkembang, maka harus memiliki awal dan pasti berakhir. Karena penemuan ini tidak menarik baginya, Einstein memperkenalkan 'fudge faktor' yang menjamin alam semesta 'yang stabil', yang tidak memiliki awal atau akhir. 

Namun pada tahun 1929, Edwin Hubble menunjukkan bahwa galaksi-galaksi terjauh bergerak menjauh satu sama lain, memperkuat prediksi model Big Bang. Jadi pada tahun 1931, Einstein memegang apa yang kemudian akan dikenal sebagai teori Big Bang, katanya, merujuk pada 'fudge faktor', "Ini adalah penjelasan yang paling indah dan memuaskan penciptaan yang pernah saya dengarkan". Dia jg menyatakan bahwa pernyataannya bahwa alam semesta tetap dan tidak berubah sebagai kesalahan terbesar (Blunder Besar) dalam karirnya. 

Seperti yang akan saya jelaskan dalam bagian berikutnya, teori Einstein telah dibuktikan secara menyeluruh dan diverifikasi oleh eksperimen dan pengukuran. Tapi ada implikasi bahkan lebih penting dari penemuan Einstein. Tidak hanya alam semesta memiliki awal, tapi waktu itu sendiri, dimensi kita sendiri sebab dan akibat, dimulai dengan Big Bang. 
Itu benar - waktu itu sendiri tidak ada sebelum itu. Garis waktu dimulai bersama dengan peristiwa penciptaan itu sendiri. Materi, energi, ruang dan waktu diciptakan dalam sekejap oleh kecerdasan di luar ruang dan waktu. 
Tentang kecerdasan ini, Albert Einstein menulis dalam bukunya "The World as I See It" bahwa keharmonisan hukum alam "Menguak bukti kecerdasan superior ini, maka cara berpikir sistematis dan bertindak dari umat manusia dbandingkan kecerdasan itu, belum mampu secara siknifikan merefleksikan kecerdasan ini". 
Dia menyatakan lebih lanjut, "Setiap orang yang secara serius terlibat dalam mengejar ilmu pengetahuan menjadi yakin bahwa satu spirit termanifestasikan dalam hukum alam semesta ini, yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan manusia, dan manusia dengan keberadaan yang sederhana ini harus merasa rendah hati menghadapiNya".
Pernyataan yang signifikan, sekarang bagaimana pendapat Anda? 

Bersambung Bagian 2
diambil dari: 
Perry Marshall

Kamis, 14 April 2011

Manusia Exist pada Waktu yang Tepat


Jagad Raya adalah tempat yang sangat berubah-ubah dan penuh dengan kejadian-kejadian misterius terus menerus, dan keberadaan kita di sini merupakan keajaiban yang luar biasa. 

Jika saja urutan kejadian-kejadian yang kompleks dan tak terbayangkan tersebut tidak terjadi sejak 4,6 miliar tahun lalu, -- ambil saja contohnya yang gampang adalah jika dinosaurus tidak punah oleh meteor yang menghantam bumi, dan sekarang manusia hidup bersama dengan dinosaurus yang tidak pernah punah itu -- maka bentuk kita mungkin lebih tinggi sedikit lengkap dengan taring dan ekor panjang dan sekarang ini sedang membuat blog dalam sebuah goa (bayangkan diri kita seperti dalam film 'Avatar', dengan kulit sedikit kebiruan corak kamuflase, berekor, dan kuping mirip kucing).








Kita tidak tahu bagaimana persisnya jika hal itu terjadi karena tidak ada kejadian serupa sebagai pembanding keberadaan kita, tetapi jika kita tetap menginginkan bentuk kita seperti ini dengan masyarakat yang berakal, dan lumayan canggih, terdapat cukup bukti bahwa kita haruslah berada pada akhir dari urutan kejadian-kejadian panjang dengan tingkat tantangan dan tekanan yang sangat berat, seperti jaman es, hantaman meteor yang memusnahkan dinosaurus, dan ketidakhadiran kita pada saat-saat bencana besar tersebut berlangsung menjadi tanda betapa beruntungnya kita berada pada posisi urutan terakhir setelah kejadian-kejadian tersebut.  
Adakah yang mengatur urut-urtan itu?

Anugerah atau Bencana?




Memiliki Bumi yang bagian tengahnya yang disebut inti, yang meleleh dan panas, bahkan sesekali meletuskan gunung berapi dan menyemburkan lelehan cairan panas yang disebut magma, ini merupakan anugerah atau bencana?

Dapat dipastikan bahwa tanpa bagian inti bumi yang meleleh ini kita tidak akan berada di sini. Inti Bumi atau magma yang berputar di dalam perut Bumi menyemburkan gas yang membentuk atmosfer kita sekarang, dengan kandungan besi dan perputarannya telah menciptakan gaya magnetik Bumi yang melindungi kita dari hujan cosmic termasuk badai radiasi Matahari dari luar angkasa. Menggerakkan kompas yang selalu menunjuk arah utara selatan juga karena gaya magnetik ini.



Inti ini juga memberi kita lempengan tectonic yang mengapung diatasnya, terus bergerak dan memperbarui permukaan bumi, mengerut-kerutkannya menciptakan dataran tinggi, gunung dan pegunungan di mana-mana. Pergerakan lempengan ini menimbulkan gempa bumi tectonic, dan kadang-kadang tsunami. Benarkah bencana??  




Jika saya permukaan Bumi kita tidak mengkerut karena pergeseran lempengan selama milyaran tahun, dan berarti memiliki ketinggian yang sama rata, maka permukaan Bumi akan hanya berupa air dengan kedalaman 4 km, seperti dalam film "Water World". Memang masih memungkinkan untuk sebagian mahluk hidup, tetapi tentu saja kita tidak akan pernah mengenal sepak bola.

Posisi Bumi Harus Tepat

Bumi tidak memiliki energi sendiri dan harus mendekat dengan salah satu Bintang yang besarnya juga cukup seperti Matahari kita. Jika saja Bumi menngorbit pada bintang yang sedikit lebih besar dari matahari maka pancaran energi dapat membakar Bumi.

Bumi juga berada pada jarak yang sangat tepat dengan Matahari, sehingga tidak terlalu panas dan tidak juga terlalu dingin. Pada tahun 1978 Michael Hart, seorang ahli astrofisika, menghitung dan menyimpukan bahwa Bumi tidak akan dapat dihuni oleh mahluk hidup jika 5% lebih dekat dan 15% lebih jauh dari Matahari. Jika dilihat dari jarak Bumi ke Matahari berarti pergeseran yang sedikit saja, dengan batasan sabuk yang amat sempit tersebut Bumi bisa saja tidak berpenghuni dan tidak ada kesempatan untuk munculnya mahluk hidup, seperti pada planet lainnya.

Venus sedikit lebih dekat dengan Matahari, radiasi Matahari menyentuh Venus dua menit lebih awal sebelum menyentuh Bumi. Venus memiliki kemiripan dengan Bumi dan bisa jadi memiliki laut dan sedikit lebih hangat dari Bumi pada awal terbentuknya dulu, tetapi sekarang dengan suhu permukaan 470 derajat Celcius maka tidak ada air dipermukaan Venus, semuanya menguap dan atom Hidrogen lepas ke atmosfer sedang atom Oksigen bergabung dengan Carbon membentuk efek rumah kaca yang padat semakin memperburuk iklimnya. Tekanan udara dipermukaan Venus 90 kali lebih besar daripada di Bumi, suhu permukaannya cukup untuk melelehkan timbal. Rusia pernah mengirimkan pesawat tanpa awak mencapai awan Venus pada 1972 tetapi hanya berfungsi 1 jam saja sebelum mati.

Mendekat ke Matahari nampaknya lebih berbahaya dibandingkan menjauh, seperti di Mars tampaknya merupakan tempat yang agak dingin mungkin lebih banyak mahluk hidup akan dapat bertahan di sana, tetapi pada suhu tersebut tidak mampu menahan cukup atmosfir yang membeku dan menjadi tidak berguna.

Untuk menjamin keberadaan kita Bumi harus terletak di tempatnya yang sekarang ini dengan tepat, siapa yang meletakkan Bumi seakurat ini agar dapat menunjang adanya kehidupan?

Bumi seakan disediakan hanya untuk menunjang kehidupan manusia