Bagian 2: Kotoran Burung di Antena saya
The Big Bang teori benar-benar ditolak pada awalnya. Tetapi para pendukungnya telah meramalkan bahwa pengapian dari Big Bang akan meninggalkan jejak semacam 'kilatan panas' radiasi.
Jika tungku kayu bakar menghasilkan panas yang dapat Anda rasakan, maka dengan cara yang sama, Big Bang seharusnya menghasilkan jejak panas yang akan bergema di seluruh alam semesta.
Pada tahun 1965, tanpa sengaja, dua fisikawan di Bell Labs di New Jersey menemukannya. Pada awalnya, Arno Penzias dan Robert Wilson, ketika mencoba untuk memperbaiki antena radio yang paling sensitif di dunia, mereka tidak bisa menghilangkan sumber kebisingan mengganggu mereka. Mereka mengarahkan antenanya kemana saja dan dimana saja selalu memperoleh gangguan kebisingan ini.
Pada awalnya mereka pikir itu kotoran burung. Karena antenanya begitu sensitif sehungga bisa mengambil panas dari kotoran burung (apalagi kotoran yang masih baru biasanya masih hangat), tetapi bahkan setelah dibersihkan, mereka masih menerima kebisingan ini.
Bunyi ini sebenarnya telah diprediksi secara detail oleh astronom lain, dan setelah pemeriksaan dan pengecekan ulang data, mereka sampai pada kesimpulan: Teori Big Bang yang gila ini ternyata memang benar.
Dalam sebuah wawancara, Penzias ditanya mengapa ada begitu banyak perlawanan terhadap teori Big Bang. Dia berkata, "Kebanyakan fisikawan lebih suka menjelaskan jagat raya pada bagian yang tidak perlu penjelasan. Dan jika ilmu pengetahuan tidak mampu 'menjelaskan', maka ilmu pengetahuan hanya akan 'menggambarkan' saja, memang sudah seharusnya, karena jika anda hidup dalam alam semesta, maka anda tidak menjelaskannya bukan?
Jika seseorang bertanya, "Kenapa sekretaris di kantor anda selalu perempuan?" Anda hanya bisa mengatakan, "Dari dulu memang sudah begitu", itu jawaban yang tidak menjelaskan.
Jadi dengan cara yang sama, teori-teori yang tidak memerlukan penjelasan cenderung diterima oleh ilmu pengetahuan, diterima secara mutlak dan cara yang terbaik menyelesaikan tugas-tugas sains.
Tetapi pada teori lama bahwa alam semesta adalah abadi, ia menjelaskan: "Dianggap begitu jelek sehingga orang mengabaikannya, sebuah teori yang sederhana yang menyatakan bahwa alam semesta diciptakan, kemunculan jagat raya dari ketiadaan."
Penzias dan rekannya, Robert Wilson, memenangkan Hadiah Nobel untuk penemuan mereka tentang radiasi ini. Teori Big Bang sekarang menjadi salah satu teori yang paling valid dari semua ilmu pengetahuan.
Robert Wilson ditanya oleh wartawan, Fred Heeren apakah Big Bang ini mengindikasikan Sang Pencipta, Wilson mengatakan, "Tentu ada sesuatu yang mengatur semua ini. Tentu saja, jika Anda religius, aku tidak bisa memikirkan teori yang lebih baik tentang asal-usul alam semesta yang cocok dengan Genesis (Kitab Kejadian)."
Bersambung Bagian 3
Diambil dari:
Perry Marshall



Tidak ada komentar:
Posting Komentar