Cari Blog Ini

Kamis, 05 Mei 2011

Darimana Jagad Raya Berasal?


Bagian 3: Mengapa Big Bang merupakan peristiwa paling terencana?

Setelah Big Bang yang mengawali alam semesta ini, sejak itu pula lam semesta mengembang terus semakin menajuh satu sama lain, sampai sekarang juga masih dalam proses mengembang.
Bagaimana jika dorongan dari dentuman tersebut meleset lebih kuat ataupun lebih lemah, maka yang akan terjadi adalah kecepatan mengembang yang berbeda.
 
Mari kita bayang kan semprotan pembersih atau seprotan cairan setrika yang bisa diatur keluarannya jika diputar ke kiri maka cairan yang keluar adalah titik air lembut seperti kabut, dan jika diputar ke kanan, akan keluar seperti garis lurus.
Jika kekuatan big bang lebih besar sedikit saja maka alam semesta ini tidak terbentuk dan semuanya akan berbentuk kabut, dan partikel gazilions tidak memiliki kesempatan untuk membentuk bintang seperti sekarang, volumenya akan sangat besar dibandingkan massanya, tidak ada gravitasi. 
Tetapi jika kekuatan yang mendorong big bang lebih kecil maka jagad aka mengembang sebentar saja lalu akan runtuh pada keadaan semula, kembali menjadi super black hole, tidak ada alam semesta, tidak ada tata surya, tidak ada bumi dan manusia.

Tenatang akurasi atau ketepatan anatara kekuatan yang seimbang dengan yang terlalu kuat dan terlalu lemah, para pakar fisika menyebut bahwa "Terminologi Energy Gelap" yang memberikan kekuatan ini harus memiliki keakuratan hingga satu per satu triliun triliun triliun triliun ... (sampai sepuluh kali), atau biasa ditulis 10 X 10 pangkat -120, atau 
0.0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 0000000000 00000000000 0000000000 0000000000 1
Menulisnya saja harus menghitung apalagi membayangkan seberapa kecilnya bilangan ini, dengan ketepatan yang tidak lebih besar dari bilangan itulah jagad raya alam semsta ini harus dibentuk. Untuk perbandingan alat yang dibuat manusia yang paling akurat saat ini adalah Gravity Wave Telescope yang dibangun dengan akurasi 23 angka nol (0.0000000000 0000000000 0001)

Dalam sebuah paper yang ditulis oleh dua orang ilmuwan atheis dari Stanford University, yang berjudul “Disturbing Implications of a Cosmological Constant", mereka mengatakan bahwa terminologi energi gelap merupakan mukjizat dari "Agen yang Tak Dikenal" ikut campur tangan dalam sejarah cosmic untuk alasan (Nya) sendiri.
 
Disainer, Agen Ekstenal, yang menyebabkan jagad raya ini haruslah memiliki kecerdasan, pengetahuan, kreatifitas dan kekuatan yang triliun triliun triliun triliunan kali dari yang dimiliki manusia.

Teori Alam semesta dengan Jumlah tak terbatas, adalah teori yang luar biasa. Bayangkan saja jika di luar sana ada jagad lain dengan jumlah tak terhingga, maka semua kemungkinan tidak hanya sebuah kemungkinan tetapi semua kemungkinan benar-benar terjadi.
Franky Sahilatua dan Gombloh ternyata menjadi pasangan yang pas sebagai Presiden dan Wakil presiden RI, PSSI menjadi juara dunia sepak bola tiga kali beturut-turut, dan Suharto hanyalah seorang waria yang ganti nama menjadi Suharti, saya bahkan sudah mati ketika baru dilahirkan, dan jika anda mempercayai Teori ini, berarti anda percaya pada apa yang saya tulis di paragraf terakhir ini.

Jangan Khawatir masih akan ada BAGIAN 4

ditulis ulang dengan penyesuaian gaya bahasa dari
Perry Marshall

Tidak ada komentar:

Posting Komentar